Kamis, 19 Juli 2012

Flu Burung / Avian Influenza



Apakah flu burung itu?
Flu burung adalah penyakit menular disebabkan oleh strain virus influenza tipe A/ virus H5N1. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi di Italia lebih dari 100 tahun yang lalu dan sekarang terdapat di seluruh dunia. Resiko dari flu burung umumnya rendah bagi kebanyakan orang karena virus biasanya tidak menginfeksi manusia melainkan unggas. Namun, sejak tahun 1997 telah dikonfirmasi terjadi kasus infeksi terhadap manusia dari beberapa subtipe virus flu burung.

Virus Influenza tipe A dibagi menjadi subtipe dan diberi nama berdasarkan dua protein pada permukaan virus: hemagglutinin (HA) dan neuraminidase (NA). Sebagai contoh, sebuah "virus H7N2" menunjukkan sebuah virus influenza subtipe A yang memiliki 7 protein HA dan 2 protein NA. Demikian pula, sebuah virus "H5N1" memiliki 5 protein HA  dan 1 protein NA. Ada 16 subtipe HA dan sembilan subtipe NA yang dikenal. Strain virus avian influenza A lebih diklasifikasikan sebagai patogen rendah (LPAI) atau sangat patogen (HPAI) berdasarkan kriteria genetik tertentu dan patogenesis molekuler yang memerlukan pengujian tertentu.

Virus influenza A memiliki kemampuan untuk mengubah antigen permukaannya (HA dan NA) baik secara cepat/mendadak maupun lambat. Proses ini disebut antigenic shift. Dengan adanya proses ini, virus mampu membentuk virus baru yang lebih ganas karena sistem imun host belum sempat terbentuk.

Virus ini juga memilki sifat bertahan hidup di air hingga 4 hari pada suhu 22oC dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 oC. Di dalam tinja dan tubuh unggas, virus ini mati padda pemanasan 80 oC selama 1 menit atau 60 oC selama 30 menit. Selain itu, dapat juga digunakan deterjen, disinfektan misalnya formalin dan cairan yang mengandung iodin dan alcohol 70%.

Tidak seperti influenza pada umumnya, infeksi virus H5N1 dapat menunjukkan gejala klinis yang luar biasa agresif, dengan kemerosotan cepat dan sangat fatal. Gejala klinis yang umum pada infeksi virus influenza H5N1 adalah radang paru-paru dan kegagalan multi-organ.

Bagaimana flu burung menyebar?
Burung yang terinfeksi menyebarkan virus melalui air liur, sekresi hidung, dan feses. Burung yang rentan, seperti unggas, dapat terinfeksi virus flu burung ketika mereka berkontak dengan pernapasan hidung dan atau feses dari burung yang terinfeksi. Sebagian besar kasus infeksi flu burung pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang terinfeksi (misalnya, ayam peliharaan, bebek, dan kalkun) atau permukaan yang terkontaminasi sekresi / ekskresi dari burung yang terinfeksi.

Karena sifat virus influenza A memiliki kemampuan untuk melakukan proses antigenic shift, maka sangat mungkin virus ini mampu menginfeksi dari manusia ke manusia.


Bagaimana situasi saat ini? 
Sejauh ini, wabah flu burung H5N1 pada unggas telah terjadi di berbagai negara Asia: Kamboja, Cina, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Rusia (Siberia), Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam. Informasi terbaru tentang flu burung dan jumlah kasus kumulatif dapat dilihat disini. Untuk update pada peringatan pandemic, dapat dilihat disini .


Apa saja gejala dan efek kesehatan flu burung pada unggas?
Gejala low pathogenic avian influenza (LPAI) pada unggas biasanya ringan seperti penurunan konsumsi makanan, tanda-tanda pernapasan (batuk dan bersin), dan penurunan produksi telur. Burung yang terpengaruh high pathogenic avian influenza (HPAI) memiliki gejala dengan tingkat yang lebih besar dan dapat menunjukkan satu atau lebih dari tanda-tanda klinis sebagai berikut:

Kematian mendadak.
Kurangnya energi dan nafsu makan.
Penurunan produksi telur.
Kulit telur tipis atau telur cacat.
Pembengkakan kepala.
Perubahan warna kulit (ungu).
Keluarnya cairan hidung.
Batuk, bersin.
Kurangnya koordinasi dan diare.


Apakah tanda dan gejala infeksi manusia dengan virus flu burung?
Semua pekerja pada peternakan unggas harus mengetahui tanda dan gejala infeksi virus flu burung pada manusia sehingga tindakan dapat diambil untuk perawatan segera. Tanda-tanda dan gejala antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, konjungtivitis (infeksi mata), dan nyeri otot. Infeksi virus flu burung juga dapat menyebabkan pneumonia, gangguan pernapasan akut, komplikasi berat dan mengancam jiwa.

Seorang pekerja yang mengalami gejala-gejala atau penyakit atau yang mungkin telah terkena virus flu burung harus mencari perawatan medis dan memberitahu dokter sebelum kedatangan bahwa paparan virus flu burung mungkin terjadi.


Bagaimana flu burung menginfeksi manusia?
Sebagian besar kasus infeksi flu burung pada manusia disebabkan oleh kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi (misalnya: ayam peliharaan, bebek, dan kalkun) atau permukaan yang terkontaminasi dengan sekresi dan ekskresi dari burung yang terinfeksi. Penyebaran virus flu burung dari orang sakit ke orang lain telah dilaporkan sangat jarang. Belum ada bukti bahwa unggas atau telur dimasak dengan benar dapat menjadi sumber infeksi dari virus flu burung.


Gambaran Klinis
Masa inkubasi flu burung H5N1 dapat lebih lama dari influenza biasanya, yaitu sekitar dua sampai tiga hari. Namun dari berbagai data, Organisasi Kesehatan Dunia saat ini merekomendasikan bahwa masa inkubasi yang digunakan untuk investigasi lapangan adalah tujuh hari.

Gejala awal berupa demam tinggi, biasanya dengan suhu lebih tinggi dari 100oF, dan gejala seperti diare, muntah, sakit perut, nyeri dada, dan pendarahan dari hidung dan gusi. Diare cair tanpa darah tampaknya lebih sering terjadi pada flu burung H5N1 daripada flu biasa. Salah satu fitur yang terlihat pada banyak pasien adalah pengembangan manifestasi di saluran pernapasan bagian bawah. Banyak pasien memiliki gejala pada saluran pernapasan bagian bawah ketika mereka pertama kali mencari pengobatan. Pada bukti yang dikumpulkan, kesulitan bernafas berkembang sekitar lima hari setelah gejala pertama. Gangguan pernapasan, suara serak, dan suara berderak ketika menghirup sering terlihat. Dokter Turki juga melaporkan pneumonia sebagai fitur yang konsisten dalam kasus yang parah

Di Thailand, waktu onset penyakit untuk pengembangan gangguan pernapasan akut adalah sekitar enam hari, dengan kisaran 4-13 hari. Pada kasus yang parah di Turki, dokter telah mengamati kegagalan pernafasan 3-5 hari setelah onset gejala. Fitur lain yang umum adalah disfungsi multi-organ, terutama yang melibatkan ginjal dan jantung. Kelainan laboratorium umum meliputi limfopenia, leukopenia, aminotransferases tinggi, dan trombositopenia ringan-sedang dengan beberapa contoh koagulasi intravaskular diseminata.

sumber: 
Departemen Pertanian AS
Ilmu Penyakit Dalam FKUI
Avian Influenza: Current Situation 2006 CDC.pdf dari sini
Avian infuenza A (H5N1) :Patogenesis, Pencegahan dan Penyebaran pada Manusia 2006 Majalah Ilmu Kefarmasian.pdf dari sini
Probable Person-to-Person Transmission of Avian Influenza A (H5N1) 2005 NEJM.pdf dari sini
Current Concepts Avian Influenza A (H5N1) Infection in Humans 2005 NEJM.pdf dari sini
the OIHO State University dari sini


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar